Puisi: Tinta Sang Mujtahid

2
35

Assalamu’alaikum sobat sastra,,

Kembali lagi dengan kami yang selalu menorehkan karya yang tulis yang tentunya menarik untuk dibaca, apalagi jika mau memahami dan meresapinya. Kali ini kami menyuguhkan karya sastra berupa puisi yang merupakan karya orisinil santri Pesantren Luhur lhoo, yuk simak puisi berikut.


Tinta sang Mujtahid

oleh: Farik Abdillah

Hakikatnya,

Manusia adalah jelmaan dari malaikat dan iblis yang kadang taat dan kadang juga maksiat

Sedangkan,wujud asli manusia adalah pelakon lawakan penuh lelucon

Yang kadang bersembunyi dibalik kebahagiaan dan kesedihan.

Maka biarkanlah malaikat ada dihatimu

Iblis pada akalmu

Dan lawakan pada sikapmu

Agar kau menjadi pelakon haqiqi dalam hidupmu

Jika mulai lelah, jangan dulu menyerah,

Mungkin sejenak kita perlu mewukufkan jiwa

Mewaqafkan raga

Mengi’tikafkan pikiran

Dan menthuma’ninahkan hati

Untuk berusaha berpikir bijak menemukan solusi

Guna mengembalikan bungah sumringah

Yang sempat pudar dibakar keangkuhan diri

Begitulah seorang santri,

Kadang dipuja, kadang dihina

Kadang dicinta, kadang juga dicela

Maka jadikanlah restu orang tua dan guru sebagai penyemangat

Dan jadikanlah celaan untuk terus memperbaiki diri

Begitulah seorang santri,

Hidup bersama teman sejawat

Tinggal sekamar lebih dari 3 orang

Belajar bersama,

Mengabdi bersama,

Hingga susah senang dilewati bersama

Itu semua adalah ciri khasnya.

Kadang dengan canda

Kadang dengan tawa

Kadang juga dengan air mata

Maka prinsip para santri itu,

Kebaikan tidak akan pernah bersanding dengan kemaksiatan,

Begitu pula kesuksesan tidak akan pernah bersanding dengan kemalasan.

Seperti sebuah perumpamaan,

“Bahkan seekor semut pun bisa mati diatas gula pasir kesukaannya”

Maksudnya dunia ini milik bersama

Maka nikmatilah dengan saling berbagi terhadap sesama.


Nah, gimana nih setelah baca-baca karya kita? pasti ada yang dapat pencerahan dong ya hehehe. Yuk ketik di kolom komentar bagaimana perasaan dan kesan kalian setelah baca puisi diatas. Jangan lewatkan portingan kami yang lain ya sobat sastra,

wassalamu’alaikum wr.wb.

Salam sastra