Ziarah Wali Songo++, Wisata Religi Andalan Santri Luhur

0
108

[Jumat, 27 januari 2023] Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang kembali mengadakan ziarah Wali Sanga++ di awal bulan di tahun baru 2023 ini. Pesantren Luhur mempunyai tradisi tersendiri untuk berziarah kepada para ulama yang memperjuangkan agama islam khususnya di tanah jawa, atau yang biasa kita kenal dengan istilah Wali Sanga (Wali Sembilan yang ada di Pulau Jawa). Momen ini disebut dengan istilah Ziarah Wali Sanga++.

Ziarah Wali Sanga++?

 

Merujuk pada 9 wali; Sunan Ampel atau Raden Rahmat (di Surabaya), Sunan Gresik atau Syekh Maulana Malik Ibrahim (di Gresik), Sunan Giri (di Gresik), Sunan Drajat (di Lamongan), dan Sunan Bonang (di Tuban), Sunan Muria (di kudus), Sunan Kudus (di kudus), Sunan Kalijaga( demak), dan Sunan Gunung Jati (di cirebon). Wisata religi Pesantren Luhur menjadi spesial dengan istilah Wali Sanga++ karena tujuan destinasinya tidak hanya bertempatan di Sembilan wali tersebut. Namun ada  tambahan di beberapa tempat yang  sudah menjadi tradisi Santri Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang saat berziarah.

Diantaranya adalah Prof.Dr.Mr.H.Mohammad Koesnoe (Tokoh Pendidikan Nasional), Prof,Dr. Kyai H.Achmad Mudlor,SH ( Pendiri Lembaga tinggi pesantren luhur malang, UNISLA, dan Lembaga Pendidikan lainya), Giri Kedaton (kerajaan islam yang ada di Gresik dan didirikan oleh Sunan Giri 1481-1506 pada abad 15 dan merdeka dari Majapahit), Syekh Jangkung (ulama yang sangat karismatik dan ahli tasawuf  yang terkenal di Karasidenan Pati), Sunan Pandanaran(atau biasa dikenal dengan Sunan Bayat yang hidup pada masa Kesultanan Demak),  dan Ronggowarsito(pujanga besar budaya yang hidup di Kasunan Surakarta). Ziarah diawali dari Ziarah Maqbarah Habib Abdul Qadir Bin Ahmad Bil Faqih Habib Abdullah Bin Abdul Qodir bin Ahmad Bil Faqih, Mayor Kyai H. Oesman Mansyur, Kyai H. Badrussalam, Kyai H. Damanhuri, Kyai H. Nabrawi, dan Kyai H. Mukti di Kasin, Kota Malang.

Apa saja yang bisa kita ambil dari ziarah wali songo?

 

Tokoh-Tokoh masyarakat islam yang biasa kita dengar ceritanya ataupun yang biasa kita lihat- dari film-film kartun atau pun laiinya, berbeda dengan berziarah secara langsung  ke makamnya atau maqbaroh seperti yang di tuturkan oleh beliau KH Musthofa Aqil:

  1. Mendoakan orang yang kita ziarahi, semoga mendapat ampunan di akhirat, di beri kelapangan di kuburnya.
  2. Bertawasul kepada orang- orang shaleh.
  3. Mengambil pelajaran (I’tibar), bahwa orang yang sudah meninggal dahulunya
    sama seperti kita dan kelak suatu saat nanti kita juga sama seperti mereka mati dan berada di dalam kubur.

Dengan begitu kita bisa mendapatkan barokahnya lewat berizarah .