Mengimplementasikan Semangat 3 Co Guna Membentuk Generasi Santri yang Berjiwa Mujtahid, Mujaddid dan Mujahid di Era Mileneal Dalam Peringatan HAUL V Al Maghfurlah Prof. Dr. Kyai H Achmad Mudlor SH

0
781

HAUL V Prof. Dr. KH. Achmad Mudlor, SH. Pengasuh Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang (LTPLM) terlaksana dengan Khidmat dan diikuti dengan antusias oleh segenap dewan Kyai Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang, Pejabat Kota Malang, Wali Santri, Santri dan Masyarakat sekitar kelurahan Sumbersari. Puncak acara peringatan HAUL ini juga dilaksanakan bersamaan dengan Taukil Santri pada hari Ahad, 14 Oktober  2018.

Tema acara kali ini yakni “Mengimplementasikan Semangat 3 Co (Co Ownership, Co Responsibility, Co Determinationn) dalam membentuk generasi santri yang berjiwa Mujtahid, Mujaddid dan Mujahid di era mileneal”. Hal ini dirasa sangat penting mengingat perlunya menumbuhkan kesadaran santri dalam mengaplikasikan nilai nilai 3 Co, melatih tanggung jawab dan menumbuhkan semangat berjuang seperti yang diajarkan Abah Mudlor.

Maksud dari 3M (Mujtahid, Mujaddid dan Mujahid) adalah Mujtahid adalah orang yang sudah memasuki wilayah ijtihad dg keluasan ilmunya, adalah orang yang punya kewenangan berijtihad. Wilayah ini diawali dg kesungguhan mencari ilmu, baik metodologis maupun substantif. Mujaddid (pembaharu) adalah orang yang punya kemampuan membaca situasi dan kondisi yang mengitarinya, sehingga dg kemampuannya membaca tanda-tanda dari aspek yang sudah dianggap out of date dirasa perlu dilakukan pembaharuan oleh seorang Mujaddid yang berlatarbelakang Mujtahid.
dan Mujahid (pejuang), perjuangan meniscayakan adanya kulekuatan atau kekuasaan. Jihad adalah perjuangan dg bersungguh-sungguh untuk mengimplementasikan hasil ijtihad para ulama Mujtahid.

Acara dimulai dengan pembukaan yakni Sdr. Fathkhur Rozi, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Sdr. Mohammad Syarifuddin Al Mubarok, kemudian pembacaan Surah Yasin Oleh Sdr. Ahmad Syarifuddin dan Tahlil dan Istighotsah oleh Ust. Muiz Hidayatullah. Usai pembacaan Istighotsah tersebut dilanjutkan dengan Sambutan yang disampaikan oleh Wakil Walikota Malang yakni Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko.

Setelah sambutan oleh Bpk. Wakil Walikota Malang, sambutan selanjutya disampaikan oleh Gus Danial Farafish, beliau adalah Putra Abah Mudlor. Beliau menyampaikan sambutan dengan menceritakan sejarah berdirinya Pesantren Luhur Malang, beliau berpesan bahwa meskipun Pesantren Luhur merupakan pesantren yang termasuk pesantren yang kecil, namun Ahlul Ma’had ataupun Alumni yang keluar dari Gua Hiro (Pesantren Luhur) akan mengguncangkan Dunia.

Baca Juga (Sejaran Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang)

Setelah sambutan oleh Gus Danial acara selanjutnya yakni Taukil santri. Taukil santri merupakan prosesi penyerahan secara simbolis santri baru angkatan 2018 ke pihak pesantren untuk dididik, dan dibina dalam  memperdalam ilmu agama, dan dapa menjalankan seluruh kegiatan pesantren. Perwakilan wali santri yang menyampaikan hal ini adalah Bpk. Muhammad Yusuf Arif S.Ag. Beliau berpesan bahwa besar harapan beliau untuk dapat melihat putra beliau dididik ilmu agama dengan baik, dapat mematuhi segala peraturan di Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang dan keluar dari Pesantren Luhur menjadi pribadi yang lebih baik dan dapat menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa.

Acara selanjutnya yakni Mauidhotul Khasanah yang disampaikan oleh Kyai H.Chamzawi S, S.Hi. Mauidhotul Khasanah diikuti dengan khidmat oleh seluruh peserta yang hadir. Banyak hal yanng beliau sampaikan dalam acara Haul V Pengasuh Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang ini. Beliau berpesan bahwa, Santri yang belajar di Pesantren Luhur Malang merupakan santri yang beruntung karena di Pesantren Luhur diajarkan banyak hal, Selain belajar tentang ilmu agama Santri diajarkan antara lain urusan administratif pesantren luhur yang diatur sendiri oleh santri, inilah yang menjadi salah satu ciri khas pesantren luhur, sehingga santri dapat belajar tentang pengelolaan administrasi lembaga secara mandiri. Selain itu keimanan dan ketaqwaan santri haruslah ditempa dengan baik, salah satunya adalah dengan belajar di Pesantren Luhur ini. Beliau berpesan bahwa apa yang diamalkan di pesantren ini haruslah dapat diamalkan pula di mana saja santri berada.

Akhir acara pada Puncak Haul ini diisi dengan doa oleh Masayikh dari Lembaga Tinggi Pesantren Luhur  Malang dan dari Kyai Kyai Kota Malang. Doa disampaikan oleh Kyai H. Chamzawi, Drs. Kyai Badrul Munir, Kyai H Badruddin,  Kyai H Noer Yasin dan Kyai Ghufron Hambali (red).

Penulis : Desi Fajar Permata, Choirun Nillah

Editor : Mohammad Syarifuddin Al Mubarok