Sambut dan Rayakan Tahun Baru Hijriyah dengan Amalan-Amalan Kebaikan

3
78

[Malang, 29 Juli 2022] Hari berganti menjadi bulan, bulan berganti menjadi tahun. Tidak terasa bulan di mana dikenal sebagai tahun baru Islam telah tiba, yaitu bulan Muharram. Bulan ini merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Muharram berasal dari kata Haram, dalam hal ini memiliki artian bahwa bulan ini haram untuk berperang dan melakukan kefasikan ataupun kezaliman. Sehingga Allah SWT pun memberi kemuliaan pada bulan ini.

Biasanya ketika tahun baru datang, identik dengan perayaan dalam rangka menyambut pergantian tahun. Sebagai umat muslim pun kita bisa merayakan dan bergembira atas datangnya tahun baru Hijriyyah.  Lantas dengan apa? Hal-hal apa yang bisa kita lakukan untuk menyambut datangnya bulan Muharram? Yuk, simak dan cermati guys.

Tentunya sebagai kaum muslimin, kita bisa mengisi amalan-amalan kebajikan di permulaan tahun dalam rangka pengagungan dan penghormatan di bulan Muharram. Adapun amalan amalannya yaitu :

  1. Membaca doa awal tahun dan akhir tahun
  2. Berpuasa pada akhir tahun dan awal tahun
  3. Dianjurkan meminum susu putih pada tanggal 1 di Bulan Muharram sebagai bentuk tafa’ulan (melakukan sesuatu dengan harapan harapan mirip dengan sesuatu itu). Meminta agar sepanjang tahun dijadikan tahun yang bersih, suci, tahun untuk selalu melakukan kebaikan kebaikan.
  4. Puasa hari Tasu’a tanggal 9 dan Asyuro tanggal 10
  5. Bersedekah pada tanggal 10 Muharram untuk anak yatim dan fakir miskin
  6. Memperbanyak dzikir, doa, sholawat, istighfar, membaca Al Qur’an, dan Qiyamullail
  7. Menulis lafadz basmalah sebanyak 113x InsyaAllah dirinya dan keluarganya diberi perlindungan oleh Allah SWT dari segala musibah dan keburukan dengan ketentuan :
  • Ditulis dengan huruf arab
  • Ditulis pada tanggal 1 Muharram
  • Ditulis dalam keadaan suci
  • Menghadap kiblat
  • Menutup aurat
  • Tidak berbicara selama menulis
  • Berniat lillahi ta’ala supaya dilindungi Allah SWT
  • Huruf yang dituliskan jelas dan dapat dibaca

Dalam kitab Kanzun Naja was Surur Fi Ad’iyyati Tasyrahus Shudur, Syekh Abdul Hamid melafadzkannya dalam nadham yang berbunyi

فِى يوْمِ عَاشُوْرَاءَ عَشْرٌ تَتَّصِلْ * بِهَا اثْنَتَانِ وَلهَاَ فَضْلٌ نُقِلْ

صُمْ صَلِّ صَلْ زُرْ عَالمِاً عُدْ وَاكْتَحِلْ * رَأْسُ الْيَتِيْمِ امْسَحْ تَصَدَّقْ وَاغْتَسِلْ

وَسِّعْ عَلَى اْلعِيَالِ قَلِّمْ ظُفْرَا * وَسُوْرَةَ الْاِخْلاَصِ قُلْ اَلْفَ تَصِلْ

“Ada sepuluh amalan di dalam bulan ‘Asyura, yang ditambah lagi dua amalan lebih sempurna. Puasalah, shalatlah, sambung silaturrahim,  ziarah orang alim, menjenguk orang sakit, dan celak mata. Kemudian usaplah kepala anak yatim, bersedekah, mandi, menambah nafkah keluarga, memotong kuku, membaca surat al-Ikhlas 1000 kali.”

Itulah amalan amalan yang bisa dilakukan selama bulan Muharram. Semoga kita semua dapat melakukan amalan amalan tersebut karena kemuliaan yang terkandung di dalamnya serta dapat diberi kemudahan dan diterima oleh Allah swt.(nana)

Sumber : https://www.nuonline.or.id