Bangga: Santri Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang Raih Gold Medal pada Ajang International Invention Innovative Competition (InIIC) Series 2 di Kuala Lumpur, Malaysia

0
1027

Malang – Sekali lagi Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang berhasil diharumkan namanya kembali oleh prestasi dari santri, Mih Mimdiah. Mih Mimdiah berhasil membawa pulang Gold Medal di Ajang International Invention Innovative Competition (InIIC) Series 2 / 2019 pada 2 november 2019. Ajang International Invention Innovative Competition (InIIC) Series 2 / 2019 merupakan kompetisi pameran inovasi teknologi yang diadakan di Kulala Lumpur, Selangor, Malaysia.
Mih Mimdiah beserta tim mengikuti kompetisi setelah mendapatkan surat undangan untuk menghadiri kompetisi InIIC, sebelum undangan ini diterima ia mengirimkan berkas abstrak ke panitia kemudian diseleksi dan atas kehendak Allah SWT akhirnya tim berhasil lolos ke babak final dengan membawa pulang emas diantara 400 kompetitor lain dari Malaysia, Indonesia, Singapura dan Thailand.
Santri yang sering dikenal dengan nama Mimin ini menyatakan, mereka mengusung inovasi unik. Yakni inovasi teknologi dalam bidang pengelolaan sampah kulit buah naga untuk dijadikan minuman sehat penangkal berbagai macam penyakit. “PitayasS Tea” merupakan brand nama inovasi produk tim ini, dengan memanfaatkan limbah kulit buah naga yang dibuang secara percuma oleh petani serta ditambah dengan kondisi makin terpuruknya harga buah naga hingga mencapai harga 2000/kg didaerah Banyuwangi kemarin membuat mereka berfikir bagimana cara memecahkan masalah pertanian tersebut yang menguntungkan petani, masyarakat dan memiliki daya komersial tinggi.
Tim ini juga mendapat pujian dari juri karena kemasan hingga isinya penuh sentuhan inovasi. Hal ini juga dibuktikan dengan adanya undangan secara individu dari Dinas Pendidikan Malaysia untuk mengikuti pameran inovasi teknologi. Produk PitayasS Tea juga pernah menggaet medali emas di ajang International Bujang Valley Innovation, Invention and Design Competition 2019 (BVIIEC) di Malaysia dan diikutkan ajang Business Plan di Universitas Negeri Malang.
Competition is not only about game champion but also friendship, networking, your opportunities and dreams.. Seperti yang Abah Mudhlor pernah sampaikan, jangan takut mati karena belum makan tapi takutlah mati karena belum berjuang.. Berjuanglah di jalanmu dan manfaatkan masa mudamu sebaik-baiknya, semangat!” pesan Mih Mimdiah untuk para santri Lembaga Tinggi Pesantern Luhur Malang (12/11/2019). (alf)