Seminar Kesehatan : ‘Kenali Alergi Sejak Dini’

0
609

Departemen Kesra (Kesejahteraan Santri) dan Panitia Haul Harlah membuka acara seminar kesehatan ‘Kenali Alergi Sejak Dini’, Sabtu(21/9). Acara yang merupakan rangkaian Harlah Pesantren Luhur yang ke-22 ini digelar di Aula lantai 2 Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang.

Acara dibuka dengan do’a serta pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an, yang dibacakan oleh M. Falih Bastanjar Al Fath. Kemudian acara ini disambut dengan perwakilan dari Majelis Santri, Yusron Ahmadi, dan ketua panitia Haul Harlah, Ahmad Izudin Hilmi.

Mewakili Majelis Santri, Yusron Ahmadi memberikan apresiasi kepada Departemen Kesejahteraan Santri serta panitia Haul Harlah yang telah bekerja sama dalam upaya mensukseskan acara ini.

Acara seminar kesehatan ini dipandu oleh seorang moderator yang bernama Lia Wilda Izzati, dan menghadirkan narasumber dari Ahlul Ma’had Pesantren Luhur, dr. Novita Apramadha K.S. Beliau yang sedang bekerja di RS. Lavalette Malang sangat relevan untuk memberikan edukasi terkait alergi yang umum terjadi di lingkungan sekitar. Tak hanya itu juga, acara seminar ini juga dihadiri oleh anggota herbalife yang menawarkan cek kesehatan gratis.

Materi yang sampaikan pada seminar kesehatan kali ini tentang Pengenalan dan pencegahan alergi.
“Alergi itu bermacam-macam. Apalagi faktornya. Mengingat keterbatasan waktu yang kita miliki, maka yang dibahas kali ini kita berfokus pada alergi makanan.” tutur dr. Novita.

Alergi makanan merupakan reaksi simpang makanan yang disebabkan oleh respon imun spesifik terhadap makanan. Seringnya, orang yang terkena alergi biasanya karena beberapa makanan seperti telur, susu, hewan laut, kacang-kacangan, ikan, gandum, dan daging. Untuk alergi pada bayi sering disebabkan oleh susu sapi, telur, kacang-kacangan, dan susu kedelai. Sedangkan anak-anak memiliki cenderung lebih sensitif terhadap alergi. Jenis makanan yang sering menjadi penyebab alergi pada anak pun lebih banyak, bisa berupa susu sapi, telur, kacang-kacangan, susu kedelai, gandum, ikan, dan kerang. Sedangkan pada orang dewasa, biasanya mengalami penurunan terhadap sensitifnya alergi makanan. Jenis makanan penyebab alergi pun lebih sedikit. Kacang-kacangan, ikan dan kerang. Hanya jenis tersebut yang sering menyebabkan alergi makanan pada orang dewasa.

Timbulnya alergi juga dipengaruhi dari faktor genetik maupun lingkungan. Di faktor genetik, resiko alergi pada anak yang kedua orang tuanya tidak pernah terkena alergi hanya 10%. Jika salah satu orang tuanya mudah terkena alergi, maka resiko alergi pada anak lebih tinggi, yakni sekitar 20%-40%. Begitupun pada kedua orang tua yang sama-sama mudah beralergi, maka resiko alergi pada anak sangatlah besar, sekitar 60%-80%.

Faktor lingkungan juga bisa menimbulkan alergi. Misalnya, adanya polusi udara yang tidak cocok pada tubuh seseorang, menyebabkan seseorang tersebut asma. Obat dengan kandungan tertentu pun juga menimbulkan alergi pada seseorang.

Alergi memiliki bermacam-macam jenis. Dermatitis atopi, asma bronkhial, rhinitis allergy, urtikaria, angioedema, serta syok anafilaksis itulah jenisnya. Syok anafilaksis merupakan alergi yang terberat. Karena pembuluh darah pada penderita akan melebar sehingga tekanan darah menurun drastis. Yang selanjutnya kesadaran akan menurun hingga parahnya lagi dapat menyebabkan hilangnya nyawa penderita.

Untuk mendeteksi apakah tubuh pasien memiliki reaksi alergi terhadap substansi atau bahan tertentu (alergen), dapat dilakukan tes alergi. Tes alergi bisa berupa uji tempel kulit/SPT, dan pemeriksaan imunoglobulin. Di dalam uji tempel kulit, dilakukan dengan menempelkan alergen selama 2-3 hari, hingga kita mengetahui apakah tubuh tersebut bereaksi terhadap alergen. Sedangkan dalam pemeriksaan imunoglobulin, pemeriksaan ini lebih spesifik. Karena melakukan tes darah. Harga yang diantumkan pun lebih mahal.

Agar alergi tidak sering terjangkit pada tubuh kita, pastinya dibutuhkan pencegahan. Hal pertama yang dilakukan dalam pencegahan adalah hindari bahan atau makanan yang menyebabkan reaksi alergi. Kedua, obat tidak direkomendasikan sebagai lini pertama. Adrenalin dan anti histamin dapat digunakan hanya untuk meringankan reaksi alergi pada seseorang. Jika reaksi alergi berupa syok anafilaksis, ubah posisi penderita, dengan menidurkannya serta meninggikan posisi kaki daripada kepala. Hal itu dilakukan agar oksigen pada otak dapat terpenuhi. Langkah selanjutnya bawalah penderita ke medis secepat mungkin.

Itulah ringkasan materi dari seminar kesehatan tahun ini. Banyak santri yang hadir dan antusias dalam acara, hingga banyak pertanyaan yang keluar. Seminar ini diakhiri dengan do’a yang dipimpin oleh Fathurrozi selaku Ketua Majelis Santri Lembaga Tinggi Pesantren Luhur. Selanjutnya dilakukan pemberian cinderamata kepada pemateri.

Dengan diadakannya acara ini, diharapkan para santri dapat mencegah dan mengatasi timbulnya alergi. Semoga ilmu yang disampaikan bermanfaat. Amin.