Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama Apresiasi Gagasan Orde Pancasila

0
804

Sabtu, 27 April 2019 Ketua Umun DPP KNPI Haris Pertama berkunjung ke Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang. Kunjungan ini bertujuan untuk berdiskusi terkait NKRI, rekonsiliasi kebangsaan dan juga gagasan “Orde Pancasila” yang pernah dicetuskan Pendiri Pesantren Luhur, almarhum Prof. Dr. KH. Achmad Mudlor, SH. Tentu saja hal ini disambut baik oleh Pengasuh Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang saat ini, Gus Muhammad Danial Farafish, SH., S.Hum., M.Ag,

“Menurut saya, wacana Orde Pancasila ini menarik pada konteks membangkitkan spirit kebangsaan di kalangan kaum muda di era milenial. Tetapi gagasan ini perlu diperluas ke semua lapisan masyarakat dan pemuda. Gagasan ini lahir dari santri untuk bangsa Indonesia.” Ujar Haris. Tokoh pemuda sekaligus mantan aktifis gerakan ini mengatakan bahwa kita harus akhiri dikotomi orde lama, orba ataupun orde reformasi ke dalam frasa kebangsaan yang baru, yaitu Orde Pancasila.

“KNPI mendukung setiap gagasan yang lahir dari Pesantren Mahasiswa, yang bermanfaat untuk bangsa dan negara. Wacana Orde Pancasila bisa saja menjadi solusi ketika ada potensi disintegrasi bangsa.” Ujarnya.

Dalam kaitannya dengan tahapan akhir pemilu 2019 yang masih berlangsung, Haris Pertama menyampaikan agar semua pihak menahan diri, bersabar dan menunggu proses pemilu hingga tuntas. Pada tahapan yang krusial ini jangan lagi ada yang saling membully dan menghina satu sama lain. “Jangan ada lagi istilah cebong dan kampret. Mari sambut Orde Pancasila.” Pungkasnya.

Gus Danial menjelaskan proses lahirnya ide sebutan Orde Pancasila sebagai tagline kebangsaan yang bertujuan mengokohkan rasa cinta tanah air tanpa adanya sekat perbedaan zaman dan aliran politik. Beliau juga mengatakan bahwa Pancasila dan Pilar-pilar Kebangsaan menjadi salah satu materi diskusi dan kajian penting kami, agar santri mampu memahami dan menerapkan nilai-nilainya dalam hidup berbangsa dan bernegara. Selain itu, Santri jangan hanya paham ilmu agama tetapi juga menguasai persoalan-persoalan kebangsaan, sosial, kearifan lokal dan terutama bagaimana peran pemuda dalam ikut memajukan bangsa dan negara.