Idul Hijrah atau Satu Muharram, Ajang Bagi Umat Muslim Ngalap Keberkahan.

40
429

Idul Hijrah yang merupakan tahun baru hijriyah bertepatan pada tanggal 1 Muharram, menjadi salah satu momen yang penting bagi umat Islam. Hal ini dikarenakan ketika malam pergantian tahun baru hijriyyah hingga keesokannya bahkan selama bulan Muharram itu terdapat beribu keberkahan. Tentunya momen ini dimanfaatkan oleh umat muslim untuk memperbanyak ibadah, dzikrullah, dan amalan amalan sunnah lainnya.

Salah satu faidah ketika melakukan amalan sunnah (puasa) pada tanggal 1 Muharram yaitu menghapus dosa selama 1 tahun di masa lalu dan masa lampau. Selain itu ketika melaksanakan amalan sunnah di bulan Muharram, pahala akan dilipatgandakan, serta diriwayatkan dari Hafshah, dari Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa di akhir bulan Dzulhijjah dan di awal bulan Muharram, maka Allah akan menjadikannya penebus dosa selama 50 tahun dan puasa satu hari di bulan Muharram sama dengan puasa 30 hari.” Mengapa demikian? Sebab bulan Muharram merupakan bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Sebagaimana terdapat dalam firman Allah.

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ

Artinya: “Sesungguhnya jumlah bulan dalam kitab Allah (Al-Quran) itu ada 12 bulan sejak Allah menciptakan langit dan bumi, empat diantaranya adalah bulan-bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36).

Keutamaan keutamaan tersebutlah yang dijadikan umat muslim untuk senantiasa berlomba lomba dalam kebaikan menggapai keberkahaan di bulan Muharram.

Lantas bagaimana sejarah dibentuknya tahun Hijriyyah?

Adanya kalender Hijriyah masih tetap eksis dan dipertahankan sampai saat ini yang mana pada tahun ini telah memasuki tahun 1443 H menandakan Islam semakin berkembang seiring berjalannya peradaban. Penanggalan Hijriyah tetap dipertahankan sampai saat ini karena ada beberapa hal penting dibalik penanggalan hijriyah. Pertama, tahun Hijriyah menjadi kepribadian sejarah Umat Islam. Beberapa peristiwa keislaman seperti perjalanan dakwah Rasulullah, kepemimpinan khulafa’ ar-rasyidin, pertempuran-pertempuran umat Islam meliputi Perang Badar, hingga Perang Uhud dicatat dalam sejarah menggunakan penanggalan Hijriyah. Selain itu, penanggalan Hijriyah berkaitan dengan keagamaan seperti bulan-bulan Haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab), bulan-bulan puasa, masa ‘iddah bagi wanita dalam fiqih, dan puasa-puasa sunnah (asyura, ayyamul bidh, dll).

Penanggalan Hijriyah dicetuskan oleh Khalifah Umar bin Khattab 17 tahun setelah Rasulullah hijrah. Setelah melalui perdebatan panjang antara para sahabat, ditetapkanlah bulan pertama yaitu Muharram. Walaupun awal Muharram dipandang sebagai permulaan tahun baru Hijriah, permulaan hijrah Nabi Muhammad SAW sebenarnya jatuh pada tanggal 2 Rabiul Awal tahun ke-13 kenabian. Antara permulaan hijrah Nabi SAW dan permulaan kalender Islam sesungguhnya terdapat jarak 62 hari. Keputusan Muharram sebagai awal kalender Islam didasarkan pada hasil musyawarah di zaman Umar bin Khattab dengan pertimbangan pada bulan itu ketika Rasulullah telah memutuskan untuk hijrah setelah peristiwa Baitul Aqabah. Pada peristiwa tersebut, 75 orang dari Kota Madinah  datang ke Mekah untuk masuk Islam dan siap membela Rasulullah SAW apabila beliau datang ke Madinah. Setelah itu, Rasulullah pun melakukan persiapan untuk hijrah dan baru dapat melaksanakan hijrah pada bulan Shafar.

Setiap tanggal 1 Muharram, teringat kembali puncak perjuangan Rasulullah SAW dalam membebaskan kaum muslimin dari tindakan sewenang-wenang orang kafir. Dari kejadian tersebut, dapat kita ambil hikmah bahwa seberat apapun menegakkan agama Allah, seorang Islam tidak boleh mundur dan harus terus memperjuangkannya hidup dan mati.

Sebagai salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah, ada beberapa amalan yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Doa Awal dan Akhir Tahun

Doa akhir tahun dibaca setelah Ashar dengan memohon kepada Allah atas dosa-dosa yang telah dilakukan selama satu tahun. Adapun doa awal tahun dibaca setelah maghrib dengan memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan dan nafsu serta lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT,

  1. Memperbanyak dzikir dan puasa, utamanya puasa Asyura dan Tasu’a,
  2. Qiyamullail,
  3. Menyantuni anak yatim,
  4. Bersedekah dan menjauhkan diri dari maksiat,

Serta amalan amalan sunnah lainnya. Dengan demikian adanya beribu keberkahan dan faidah di bulan Muharram tentunya menjadikan diri kita sebagai umat muslim untuk antusias dan berlomba lomba dalam melakukan amalan kebajikan. Harapannya semoga diawal tahun Hijriyah ini, kita semakin dekat dengan Allah, diberi keistiqomahan dalam ibadah, dan menjadi hamba-Nya yang taat.

Sumber:

Shohibah, I. F. 2012. Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah. Jakarta: Balai Pustaka.

Sholikhin, M. 2012. Dibalik 7 Hari Besar Islam: Sejarah, Makna, dan Amaliah. Yogyakarta: Garudhawaca.

Penulis : Risma (Dept. Litbang)

Editor : Nly (Tim multimedia)

40 KOMENTAR