هم رجال نحن هيا رجال “Mereka Laki-Laki, Kami Juga Laki-Laki” -Prof. Dr. KH. Ahmad Mudlor, S. H –

2
86
هم رجال نحن هيا رجال
Dawuh motivasi yang seringkali didawuhkan oleh beliau guru kami Kyai Haji Prof. Dr. Ahmad Mudlor, S.H dalam pelbagai kesempatan kepada para santrinya untuk tidak takut menghadapi siapapun dan apspun dan dalam kondisi bagaimanapun, dalam penulis dawuh itu mempunyai makna yang sangat mendalam
1. Semua makhluk itu sama dihadapan Allah, yang membedakan diantaranya mereka hanyalah ketaqwaannya, bukan yang lain, sebagaimana firman Allah,
ان اكرمكم عندالله اتقاكم
Dalam ayat ini Allah menegadkan bahwa yang paling mulia dihadapan Allah adalah yang paling bertaqwa, indikator ketaqwaan bukan hanya soal kuantitas, akan tetapi indikator orang bertakwa adalah soal kualitas, kualitas ketaqwaanlah yang menjadi parameter perbedaan manusia (insyaAllah akan ada tulisan tentang takwa kuantitas dan kualitas).
Pesan beliau adalah bertakwalah biar menjadi orang yang berkualitas.
1. Dalam dawuh beliau tersebut, beliau memerintahkan kepada santri untuk tidak takut dengan apan dan siapapun, beliau sering mengatakan dalam menjelaskan dawuh ” mereka punya kentol(betis) kita juga punya, mereka makan nasi kita juga, dan banyak kata-kata lainnya.
Intinya adalah santri jangan sampai menjadi orang yang penakut, untuk menjadi pejuang agamanya Allah, sebagaimana cerita mashur,tatkala Nabi Musa dan Nabi Harun mengajak Firaun untuk beriman dan menyembah kepada Allah, tidak mudah berjuangan mereka berduaa,kekejaman firaun sangat mengerikan, kemudian Allah memotivasi kedua nabi tersebut dengan firmannya, dikutip dengan tafsir jalalin
قال لا تخافا إنني معكم) بعوني(أسمع) ما يقول (وأرى) ما يفعل.)
 
(Allah berfirman “Janganlah kamu berdua takut sesungguhnya Aku beserta kamu berdua) Aku akan membantu kamu berdua (Aku mendengar) apa yang dikatakannya (dan melihat) apa yang dikerjakannya.
Ayat tersebut mengambarkan bagaimana kekejaman dari firaun dan kekhawatiran dan ketakutan dari Nabi Musa dan Harun dalasm syiar agama Allah.
Karena itu beliau menanamkan kepada para santri, jangan sampai ada rasa takut sama sekali kepda siapapun, apapun dan dalam kondisi bagaimanapun untuk memperjuangkan kalimat Allah, Jangan takut miskin untuk berjuang, jangan takut mlarat untuk berjuang , jangan takut jabatan hilang untuk perjuangan, sampai jangan takut mati untuk berjuang.
Inti dawuh beliau diatas adalah santri harus berani berjuang melawan apapun, dan melawan siapapun, demi tegaknya kalimat Allah, dalam profesi apapun dan kedaan apapun.
Penulis terngiyang dawuh beliau terakhir sebelum beliau sowan kepada Allah “Ada 5 orang ya berjuang 5 orang, ada 4 orang ya berjuang 4 orang, ada kamu sendiri ya berjuang sendiri, jangan takut.”
Berat-berat namun harus kami laksanakan sebagai santri, pasti ada hikmah yang besar  kebahagian didalamnya, sebagai pejuang agamanya Allah. Kalau ada santri yang tidak mau berjuang,maka dawuh  beliau “فتهلك Mongko kodok siro ( kalu kamu/santri tidak mau berjuang, maka kamu adalah manusia yang berkualitas kodok”
اللهم اجعلنا من المجاهدين
والله اعلم بالصواب
Penulis: Kyai Bahrun Amiq,M. Psi (Dewan Kyai Lembaga Tinggi Pesantren luhur Malang)