Semarak HUT RI ke-81 di LTPLM, Santri Isi Kemerdekaan dengan Ilmu, Akhlak, dan Kebersamaan

0
20

Tepat pada 17 Agustus 2026, Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang (LTPLM) kembali memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 melalui pelaksanaan upacara kemerdekaan. Upacara dilaksanakan di beberapa tempat, yakni Aula Lantai 2, Serambi, dan Masjid Nawaitul I’tikaf Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang.
Pelaksanaan upacara menjadi momentum bagi seluruh santriwan dan santriwati untuk mengenang kembali perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa demi kemerdekaan Indonesia. Para petugas upacara juga mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan tertib dan khidmat.

Kemerdekaan Bukan Akhir Perjuangan
Amanat pembina upacara mengingatkan bahwa 81 tahun kemerdekaan Indonesia bukan sekadar momentum untuk mengenang sejarah, melainkan sebuah amanah yang harus diisi dan dipertanggungjawabkan oleh setiap generasi. Dengan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, nilai kemerdekaan diharapkan tidak berhenti sebagai slogan kebangsaan, tetapi diwujudkan melalui kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan pesantren.
Pesantren, menurut pembina, bukan hanya tempat tinggal bagi para santri, namun menjadi ruang untuk menuntut ilmu, membentuk adab, melatih kemandirian, sekaligus belajar hidup bersama di tengah perbedaan. Keberagaman daerah, karakter, pemikiran, dan kebiasaan yang terdapat di lingkungan pesantren menjadi kesempatan bagi para santri untuk belajar mengenai ilmu, akhlak, toleransi, tanggung jawab, dan persaudaraan.
Persatuan bangsa pun dapat dimulai dari lingkungan terdekat, sebab membangun Indonesia yang besar harus diawali dengan membangun manusia yang baik. Para santri diingatkan agar tidak hanya mampu berbicara tentang persatuan, keadilan, dan kemajuan bangsa, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti berlaku adil kepada sesama, rajin belajar, dan bertanggung jawab terhadap amanah.

Gambar 1. Penghormatan Kepada Bendera Merah Putih

Santri dan Mahasiswa: Berilmu serta Beradab
Sebagai santri sekaligus mahasiswa, para penghuni LTPLM memiliki dua tanggung jawab yang saling melengkapi. Sebagai mahasiswa, mereka dituntut untuk mengembangkan ilmu, sedangkan sebagai santri, mereka memiliki kewajiban untuk menjaga adab dan akhlak. Pembina menegaskan bahwa pesantren tidak cukup hanya melahirkan manusia yang cerdas, tetapi juga manusia yang beradab.
“Tidak cukup hanya pintar berbicara, tetapi juga mampu mendengarkan. Tidak cukup mampu memimpin, tetapi juga mampu dipimpin. Tidak cukup memiliki ilmu, tetapi juga mampu mengamalkannya,” demikian pesan yang disampaikan pembina dalam amanatnya. Ilmu tanpa amal dipandang sebagai beban, sementara ilmu tanpa adab dapat kehilangan keberkahannya.
Mengisi kemerdekaan pun tidak selalu harus dilakukan melalui sesuatu yang besar. Kesungguhan dalam menuntut ilmu, menghormati guru, menjaga kebersihan pesantren, menaati aturan, menjaga persaudaraan, menyelesaikan amanah, serta membantu sesama merupakan bagian dari perjuangan dan khidmah.

Gambar 2. Kekhusyukan Santri Saat Berdoa

Semarak Kemerdekaan Berlanjut dengan Kirab Budaya
Semangat perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang (LTPLM) semakin terasa melalui pelaksanaan kirab budaya. Mengangkat tema “Legenda Cerita Rakyat, dari Lembaran Cerita, Terukir Warisan Nusantara”, kegiatan ini menjadi wadah bagi para santriwan dan santriwati untuk menampilkan keberagaman budaya Indonesia melalui berbagai karakter dari cerita rakyat Nusantara.

Keunikan kirab budaya tampak dari kostum yang dikenakan oleh masing-masing lantai dan blok. Setiap kelompok tidak menggunakan kostum yang sama, melainkan mendapatkan tema atau karakter cerita rakyat yang berbeda berdasarkan hasil undian. Pembagian tersebut telah ditentukan saat briefing peserta jauh-jauh hari sebelum hari kemerdekaan. Dengan demikian, setiap lantai dan blok memiliki identitas penampilan masing-masing yang kemudian ditampilkan dalam kirab budaya.
Beragam kostum yang dikenakan membuat suasana kirab semakin semarak. Para santri membawa karakter dari cerita rakyat yang sebelumnya hanya dikenal melalui lembaran cerita ke dalam sebuah pertunjukan yang dapat dinikmati bersama. Kreativitas tersebut sekaligus menjadi bentuk penghargaan terhadap warisan budaya Nusantara agar cerita-cerita rakyat tetap dikenal oleh generasi muda. Kegiatan ini menjadi salah satu momen yang memperlihatkan kebersamaan para santri dalam merayakan kemerdekaan sekaligus menikmati hasil kreativitas masing-masing lantai dan blok.

Semarak Perlombaan, Wujudkan Kebersamaan dan Kekompakan
Kemeriahan HUT RI ke-81 kemudian berlanjut dengan berbagai perlombaan yang melibatkan para santri. Setelah sebelumnya menampilkan kreativitas melalui kirab budaya, para peserta diajak menikmati suasana yang lebih santai dan penuh kegembiraan melalui permainan yang telah dipersiapkan oleh panitia.
Perlombaan pertama bertajuk “Kaki Bersatu, Meluncur Bersamaku”. Permainan ini menjadi salah satu momen yang menguji kekompakan peserta santriwan. Sebelum lomba dimulai, panitia menyiapkan perlengkapan sekaligus membagikan doorprize dengan menyebutkan nomor kupon yang telah dibagikan kepada peserta sebelum kirab budaya berlangsung. Setelah seluruh persiapan selesai, peserta pun mengikuti permainan dengan penuh semangat dan sikap sportif.

Kemeriahan kemudian berlanjut melalui lomba kedua, “Memori Animal”. Lomba ini menggunakan cup bergambar dan meja sebagai perlengkapan permainan yang dimainkan oleh santriwati. Persiapan dilakukan oleh panitia sebelum peserta mulai bertanding, sementara pembagian doorprize turut menambah semangat para peserta dalam mengikuti perlombaan.
Dua perlombaan tersebut menghadirkan suasana penuh canda, antusiasme, dan kebersamaan. Persaingan yang berlangsung bukan sekadar untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para santri untuk mempererat persaudaraan dan membangun kekompakan di lingkungan pesantren.
Rangkaian kirab budaya dan perlombaan akhirnya menjadi bagian penting dalam perayaan HUT RI ke-81 di LTPLM. Melalui kreativitas, kebersamaan, dan semangat berkompetisi, para santri turut mengisi kemerdekaan dengan cara yang sederhana namun bermakna. Hal tersebut sejalan dengan amanat pembina bahwa menjaga persaudaraan, menjalankan amanah, dan membantu sesama merupakan bagian dari perjuangan dalam mengisi kemerdekaan.

Penyusun: Iezni_