KENAPA PESANTREN MASIH RELEVAN DI ERA SEKARANG? INI ALASANNYA!

0
122
Pengajian Kitab Kuning Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang

Sebagian besar kehidupan sosial dan budaya bangsa Indonesia dipengaruhi oleh nilai-nilai agama, khususnya Islam, yang telah mengakar dalam masyarakat. Nilai-nilai tersebut membentuk cara berpikir, bersikap, dan berperilaku, sehingga kehidupan beragama tidak terpisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam konteks tersebut, pendidikan Islam tidak hanya menekankan pencapaian material dan intelektual, tetapi juga berperan penting dalam membentuk mental dan spiritual. Salah satu bentuk peran pendidikan Islam terwujud melalui pesantren yang tumbuh dan menyatu dengan budaya masyarakat Indonesia.

Secara historis, pesantren telah berkembang jauh sebelum Indonesia merdeka. Pesantren lahir dari kepercayaan masyarakat kepada tokoh agama yang memiliki keilmuan dan akhlak yang baik. Pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu keislaman, tetapi juga melatih kedisiplinan, kemandirian, kesederhanaan, dan tanggung jawab sosial. Dalam perjalanan sejarah bangsa, pesantren berperan penting dalam menjaga moral masyarakat sekaligus ikut adil dalam perjuangan melawan penjajahan. Sayangnya, peran besar ini terlupakan karena pesantren sering dinilai hanya dari sudut pandang modernitas.

Akhir-akhir ini, pesantren tersorot pandangan negatif akibat beberapa kasus yang melibatkan oknum. Data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia mencatat 573 kasus kekerasan di sekolah dan pesantren pada 2024, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Sorotan media terhadap kasus ini sering menimbulkan kesan bahwa seluruh pesantren bermasalah. Padahal, kejadian tersebut merupakan ulah oknum dan tidak mencerminkan sistem pesantren secara keseluruhan, sehingga seharusnya dijadikan bahan evaluasi, bukan alasan untuk menilai pesantren tidak relevan.

Kritik terhadap pesantren memang diperlukan, tetapi harus dibedakan dari stigma yang menyamaratakan. Fenomena negatif tidak dapat dijadikan alasan untuk menutup mata terhadap peran banyak pesantren dalam membina karakter dan menjaga nilai moral masyarakat. Di tengah kritik terhadap pendidikan modern yang dinilai kurang membentuk karakter, pesantren justru menawarkan pendidikan berbasis nilai, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial yang relevan bagi generasi muda saat ini.

Pada akhirnya, pesantren masih sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Generasi Z tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga arah hidup, nilai moral, dan ketahanan mental. Pesantren memberikan pendidikan yang tidak hanya fokus pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pencarian makna hidup. Selain itu, banyak pesantren saat ini telah berkembang dengan menggabungkan ilmu umum, teknologi, dan keterampilan hidup, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi dasarnya.

Penulis: Milana Mahdiyatul & Indah Nurlestari