Semarak Ramadhan Ala Pesantren Luhur dalam Nuansa HILAL (Harrokatun ma’an ila llailatis Sa’adah)

0
29

Ramadhan adalah bulan yang penuh barakah dan keramaian. Ramai karena lalu lalang malaikat yang mendoakan manusia maupun karena umat manusia yang antusias menyambut bulan suci yang hanya datang setahun sekali ini. Namun keramaian umat manusia seakan sirna ketika covid-19 menyerang. Ya, virus satu ini membuat kota kita kehilangan ramainya bulan ramadhan yang sangat dinanti-nantikan oleh semua umat muslim di dunia. Eh, tapi kebosananan karena sepinya bulan ramadhan tidak berlaku di pesantren luhur lhoo..kok bisa?.

Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang dengan acara yang luar biasa seakan melupakan dunia yang sedang geger karena virus corona. Bayangkan saja bagaimana serunya santriwan santriwati menunjukkan kebolehan mereka dalam festival yang diadakan setahun sekali ini. Banyak acara yang disiapkan oleh panitia festival ramadhan tahun ini, mulai dari game yang hits di kalangan muda yakni Mobil Legend, sampai berbagai pentas seni dalam acara muwadaah membuat pesantren tak pernah sepi dari penghuninya yang menyambut ramadhan dengan gembira.

Kegembiraan ini terpancar dalam Harrokatun ma’an ila llailatis Sa’adah (Bergerak Bersama Menuju Malam Kebahagiaan) oleh panitia fesram yang semangatnya layak untuk diacungi jempol. Pembukaan rangkaian kegiatan sejak sebelum ramadhan yakni Jum’at 17 April 2020 dalam acara “Tsuroya”(Tausiyah Rohani Dewan Kyai) yang diisi oleh Ust. Dwi membuka lembaran kegiatan ramadhan dengan siraman rohani yang menambah semangat pada bulan yang penuh rahmat.

Kemudian dilanjutkan dengan acara yang kedua yaitu “Comet”(Competition of Mobile Legend With Epic Thinking). Comet merupakan acara yang seru mengingat pada zaman rebahan ketika kuliah online berlangsung, santriwan santriwati harus berhadapan dengan rasa bosan. Maka, acara ini diagendakan untuk melepaskan jenuh sesaat karena tugas dan juga sebagai sarana mempererat jalinan persaudaraan antar santri. Acara ini  dilaksanakan pada 19 April 2020 di aula lantai 4 untuk santriwan, dan studio musik Bunga Tanjung untuk santriwati.

Tidak hanya itu, panitia fesram juga sukses mengasah skill merias santri Putri dalam agenda Mentari.“Mentari” (Merias ala Santri Putri) merupakan salah bukti bahwa santri putri LTPLM mampu merias layaknya MUA professional dengan tetap mempertahankan kesopanan sebagai seorang muslimah yang taat. Dengan berbagai model kerudung dengan tema yang diusung oleh masing-masing perias, mereka memiliki filosofi tersendiri yang membuat hasil riasan mereka berwarna. Acara ini dilaksanakan di Aula Blok E pada 19 April 2020 dengan juri mbak Roichatul Mabruroh dan mbak Mih Mindiyah.

Cantik wajah tidak akan cukup tanpa kecantikan hati yang tercermin dalam pemahaman ayat-ayat Al-qur’an. Pemahaman Al-qur’an menambah keelokan bagi seorang muslim. “Syams” (Syarhil Qur’an Ma’assalamah) merupakan ajang dakwah sekaligus penerus tradisi pesantren yang mengkolaborasikan antara tilawah, sari tilawah, beserta penyampaian penjelasan secara tepat dan indah, konten yang inspiratif dan menarik. Setiap grup yang terdiri dari tiga orang ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2020 menunjukkan kemampuan mereka di depan dewan juri yang seluruhya adalah dewan asatidz madrasah At-Tahdzibiyah LTPLM. Pemahaman terhadap kitab suci umat islam ini disertai juga dengan ulumul hadits yang terwujud dalam Mars.

Drama pemuda tak selamanya tentang cinta, baper, patah hati ataupun kisah asmara. Santri LTPLM mengisahkan kisah-kisah religi berdasarkan hadits dalam “Mars”(Drama religi ala santri) mengusung berbagai tema dalam bahasan fiqih yang menghibur dan relevan dengan hadist. Mulai dari tema sholat istiqa’, jihad, melawan hawa nafsu dan tema-tema lainnya dikemas dalam drama yang apik dan unik. Hingga pada penghujung malam 26 April 2020 Ustadz Abdul Kholiq (cak dul )selaku dewan juri memberikan evaluasi yang insyaAllah akan membuat pelaksanaan tahun depan akan lebih baik lagi. Sebagai anak muda tidak pernah bisa terpisah dengan yang namanya sosmed dong ya.

Selama pelaksanaan agenda-agenda ramadhan, santriwan santriwati bebas berekspresi di dunia maya melalui “Titan” (Tiktok tema Ramadhan dan Quotes Santri). Titan dengan durasi maksimal satu menit, diharuskan  mengandung pesan positif dan kesopanan yang dilakukan oleh tim yang kompak serta dikemas dalam video yang kreatif dan orisinil. Selama 18 April hingga 4 mei 2020, peserta lomba berusaha untuk memperoleh like sebanyak-banyaknya secara sportif untuk memperoleh kategori terfavorit.

Meskipun riuh rendah covid-19 menggema, kegiatan ramadhan tetap mencapai puncaknya dalam acara Muwada’ah. Dalam acara Muwadaah 6 Mei 2020 ini, dibuka dengan pengantar fitri oleh Kyai Chamzawi selaku ketua dewan kyai LTPLM setelah melakukan shalat tarawih secara berjama’ah. Kemudian, pukul 21.00 WIB setelah pra acara berupa lantunan sholawat dari tim banjari, acara dibuka dengan drama kolosal yang mengisahkan “Majesty of Purnama”. Drama ini menampilkan perkelahian silat demi mempertahankan bulan purnama sebagai tema muwada’ah pada tahun ini. The perfect Night of Ramadhan benar-benar kata yang sesuai untuk menggambarkan muwada’ah ala Pesantren Luhur yang tak pernah berhenti menunjukkan eksistensinya. 

Kemampuan santriwan santriwati terpancar melalui pentas seni yang ditampilkan oleh masing-masing angkatan yang masih tetap bertahan di pesantren. Dimulai dari angkatan termuda yaitu Musikalisasi Puisi oleh angkatan Himmah hingga Ahlul ma’had dengan pembacaan sholawat irfannya, acara ini diakhiri oleh sahur bersama yang ditemani oleh suara merdu serta perpaduan alat musik yang menyatu indah dalam harmoni dari Jamiyah Sholawat Bunga Tanjung. Selain itu juga ada pengumuman pemenang lomba fesram sebagai berikut :

  • COMET     : Juara ( Hammasah, 2016), Pemain terbaik ( Faiq Dzihnan,2016)
  • MENTARI : Juara 1 (Blok F), Juara  2 (Blok A MD)
  • SYAMS      : Juara 1 (Blok B-AZKA), Juara 2 ( Blok F)
  • MARS         : Juara 1 (Blok A MD), Juara 2 (Blok B-AZKA)
  • TIK TOK    : Terbaik (Desi Fajar,2017), Terfavorit (M Ulhaq Fachriroid)
  • QOUTES RAMADHAN :  Terbaik (Churin Ain T, 2018), Terfavorit (Hana Rofida,2019)

Selamat kepada para pemenang. Meskipun santriwan santriwati tidak selengkap pada tahun sebelumnya, semoga hal ini tidak menyurutkan semangat seluruh santri pesantren luhur mulai dari ngaji dan sampai puncak muwadaah ini.

Kesan dan pesan pasti dari setiap acara ini salah satunya dari sie acara mengatakan “Walaupun ditengah pandemi yang seakan-akan mengungkung manusia dari segala kegiatan, namun pesantren luhur tetap berani mengadakan kegiatan rutinan ramadhan ini” itulah hal yang membuat semangat terpacu walaupun dalam perjuangan perlahan satu persatu santri mulai berkurang ,pulang kampung ke daerah masing-masing. Banyak hal yang dapat petik dari fesram  ini, yaitu berjuang bukan untuk manusia , melainkan karena Allah saja. Maka semenjak itu, hati saya sudah bisa berdamai dengan keadaan dan aku tidak kecewa. Dengan niat karena Allah , meramaikan bulan ramadhan, acara ini Alhamdulillah lancar dan sukses. Berkat rahmat dan pertolongan Allah lah acara ini bisa sukses sampai titik terakhir. Cinta dan kasih sayang teman-teman yang sudah pulang terbukti dari pastisipasi mereka yang menonton live ig. Sebuah hal sederhana namun melegakan hati dan memicu semangat kembali. Terimakasih teman-teman semuanya, setiap usaha kalian untuk maramaikan bulan ramadhan ini pasti akan dibalas kelak di yaumul akhir dengan balasan yang stimpal dari Allah SWT.” ungkapnya.

Jargon FESRAM 2020? Melangkah bersama menuju kemenangan, TANDANYA APA TUCH? Eeh ada hilal akan menjadi kenangan indah bagi siapapun yang mendengar dan menyaksikan. Cinta kasih santri tidak hanya terlihat ketika wujud mereka masih ada, bahkan ketika mereka sudah menuju kampung halaman masing-masing. Rasa itu akan tetap ada dan selamanya akan membekas hingga malaikat Izrail datang menjemput ruh keharibaan Rabbnya.( Zafara , jurnalis_luhur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here