
Manusia diciptakan oleh Allah sebagai Khalifah. Allah juga menciptakan makhluk yang tidak kasat mata. Manusia harus memiliki inisiatif untuk menjaga kesehatan dan mencegah timbulnya penyakit.
Pada hari selasa, tanggal 12 September 2018 Departemen Kesra Majelis Santri Pesantren Luhur Malang mengadaka acara Seminar Kesehatan dengan tema “Ada Apa Dengan Vaksin?”. Acara ini dilaksanakan di Aula Lantai 2 dan dimulai pada pukul 09.30 oleh MC yakni Mas Sulthon Izza Hakim.
Rangkaian acara pada seminar tersebut antara lain:
- Pembukaan
- Sambutan – Sambutan oleh Ketua Pelaksana (Syarifuddin Iskandar), dan Ketua 3 Majlis Santri Panji Izzul Islam)
- Pembukaan Seminar oleh Moderator
- Penyampaian Materi Tentang Vaksin oleh dr. Agung Kurniawan, M. Kes.
- Sesi Diskusi dan Tanya Jawab
- Pemberian Cinderamata
- Penutup dan Do’a
Seminar dipandu oleh seorang moderator yakni Mbak Desi Fajar Permatasari. Adapun pemateri yang diundang pada acara Seminar Kesehatan kali ini adalah dr. Agung Kurniawan, M. Kes. Beliau yang aktif di bidang kesehatan masyarakat sangat relevan untuk memberikan edukasi terkait vaksin yang masih sangat awam bagi kalangan santri.
Beliau mulai memaparkan tentang definisi vaksin yaitu sebuah antigen yang dapat menunjang sistem kekebalan tubuh. Vaksin bekerja secara spesifik terhadap reseptor tertentu. Dan proses pemberiannya disebut imunisasi. Imunisasi adalah tindakan preventif yang diperlukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mempertahankan status kesehatan seluruh rakyat. Imunisasi ada dua macam yaitu imunisasi pasif dan imunisasi aktif. Imunisasi aktif dilakukan dengan memberikan antigen sehingga tubuh secara alami membentuk antibodi sendiri dan sistem kekebalan seluler. Sedangkan imunisasi pasif adalah imunisasi yang diberikan dengan menyuntikkan serum yang mengandung suatu antibodi, melatih agar antibodi tubuh langsung peka apabila ada virus yang masuk ke dalam tubuh.
Mengenai sejarah imunisasi, di Indonesia imunisasi dimulai pada tahun 1956. Jenis imunisasi yang diberikan pun semakin lengkap seiring bertambahnya zaman. Imunisasi yang diberikan antara lain:
- Imunisasi TT untuk tetanus toksoid;
- Imunisasi DPT untuk difteri, pertusis, dan tetanus;
- Imunisasi polio;
- Imunisasi campak;
- Imunisasi HB untuk hepatitis B;
- Imunisasi BCG untuk TBC.
Imunisasi merupakan suatu upaya pencgahan suatu penyakit dimana cara kerja dari adanya pemberian vaksin tersebut adalah agar tubuh kita peka apabila ada “benda asing” yang masuk, maka dapat langsung membentuk antibodi dan menyerangnya. Namun pemberian vaksin ini tidak boleh diberikan pada orang yang sudah menderita penyakit tersebut, dan tidak boleh juga diberkan kepada ODHA (Orang Dengan HIV dan AIDS). ODHA yang sudah tidak memiliki kekebalan dalam tubuhnya tidak bisa menerima pemberian vaksin, karena hanya akan memperparah kondisi dimana antigen yang seharusnya dijadikan alat untuk mengenali akan menambah sebagai sumber penyakit karena tubuhnya tidak dapat membentuk sistem kekebalan lagi.
Keterkaitan pemberian vaksin MR (Measles-Rubella) yang menjadi kontroversial dan menimbulkan dilema di masyarakat, vaksin yang memanfaatkan unsur babi dan turunannya adalah haram. Vaksin MR produk dari Serum Institute of India (SII) hukumnya haram karena dalam proses produksinya memanfaatkan bahan yang berasal dari babi. Media kultur vaksin menggunakan tripsin dari pankreas babi, sedangkan untuk memanen dengan memisahkan produk vaksin dari media tanam juga menggunakan tripsin dari pankreas babi. Namun penggunaan vaksin MR dari produk SII saat ini diperbolehkan (mubah), dikarenakan ada kondisi keterpaksaan dan darurat; belum ditemukannya vaksin MR yang halal; ada keterangan dari ahli yang kompeten tentang bahaya yang ditimbulkan bila tidak mendapatkan imunisasi MR. Akan tetapi kebolehan penggunaan vaksin ini tidak berlaku apabila sudah ditemukan vaksin yang halal dan suci.
Mengingat banyak sekali urgensi dalam penggunaan vaksin untuk mencegah berbagai penyakit, maka sangat dianjurkan bagi kita untuk selalu menjaga kesehatan . orang yang bisa menyembuhkan penyakit adalah orang yang berbakat, namun orang yang mampu mencegah penyakit adalah orang yang luar biasa. (des)(lof)
#JurnalistikLuhur
#BerkaryaBersama
#BerkreasiMenginspirasi

