Mengenal Pidato Berbahasa Arab Bersama Luhur Language Club Pesantren Luhur

5
93

[Malang, 18 Desember 2021] Secara umum, pidato merupakan bentuk penyampaian informasi secara formal atau resmi dalam sebuah forum yang umumnya temanya telah ditentukan. Pidato terdiri dari beberapa komponen diantaranya adalah naskah/teks, gerakan (action), tempo (penekanan) yang dinamis, dan ekspresi yang disesuaikan. Dalam berpidato menggunakan bahasa Arab pada umumnya struktur dari teks nya terdiri atas:

  1. Mujamalah (basa basi/bahasa pengantar)

Mujamalah merupakan kata pengantar yang berada diawal pidato dan biasa terletak sesudah salam. Mujamalah sendiri dianjurkan menggunakan sajak dan diksi yang tepat dalam bahasa arab dengan tujuan untuk menarik perhatian audiens. Mujamalah menggunakan kata-kata yang singkat dan menggambarkan isi pidato.

  1. Salam
  2. Mukhodimah

Mukhodimah merupakan kalimat pendahuluan yang sebaiknya disesuaikan dengan tema pidato yang dibawakan.

  1. Salam hormat

Orang yang dituju dalam salam hormat menyesuaikan forum yang diikuti. Umumnya dalam perlombaan, salam ditujukan kepada juri, kepala sekolah, ketua, atau jajaran kepanitiaan penyelenggara.

  1. Pembukaan

Isi dari pembukaan adalah puji syukur, shalawat salam, dan kata pengantar untuk menyampaikan judul pidato yang dibawakan.

  1. Isi

Isi harus menggambarkan tema yang dibawakan. Biasanya selang beberapa paragraf diselingi dengan sapaan kepada audiens seperti dengan kata آيّها الحاضرون رحمكم الله atau kata-kata yang lain.

  1. Penutup

Penutup dalam pidato  berisi do’a dan kalimat penutup. Biasanya ucapan terimakasih dan permohonan maaf.

Dalam membawakan pidato agar terlihat menarik terdapat beberapa tips yakni:

  • Naskah yang dibuat diusahakan dibuat sendiri agar apa yang akan disampaikan nanti lebih mudah untuk dipahami. Namun boleh saja mengutip atau memparafrase dari referensi teks pidato yang lain.
  • Berkaitan dengan teks tersebut diharapkan pada saat tampil tidak menghafal/text book namun dipahami.
  • Sapaan yang diberikan kepada pendengar diusahakan bervariasi agar tidak monoton, contoh al-ahibba, rahimakumullah, dll.
  • Mujamalah (basa-basi) boleh dibuat sendiri atau mengutip dari syair. Dibuat semenarik mungkin agar diawal dapat menarik perhatian para pendengar untuk dapat mendengarkan sampai akhir.

Berikut adalah beberapa referensi pidato berbahasa arab yang dapat dijadikan sebagai rujukan:

Rujukan satu

Rujukan dua

Sumber: Ustadzah Izza Nahaarin, S. Pd.(Ustadzah di Diniyah At-Tahdzibiyah Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang)

Penulis : Raa (Jurnalistik_Luhur)

Editor  : Multimedia Luhur